Senin, 09 Juli 2012

makalah Bimbingan Keluarga Tentang Perselingkuhan

Bimbingan Keluarga Tentang Perselingkuhan
Di Desa TLG, Kec. JP, Kab. BLora



A.  Latar Belakang
Kata bimbingan merupakan terjemahan dari bahasa Inggris guidance yang berasal dari kata kerja to guide yang artinya menunjukkan. Dalam bahasa Indonesia, kata bimbingan digunakan untuk beberapa arti, misalnya bimbingan skripsi; yakni pekerjaan membimbing mahasiswa dalam menulis skripsi. Sedangkan kata bimibingan dalam term Bimbingan dan Penyuluhan maksudnya adalah suatu pekerjaan pemberian bantuan psikologis kepada seseorang yang secara psikologis memang membutuhkannya, yakni membantu agar yang bersangkutan dapat menyelesaikan atau mengatasi sendiri problem atau pekerjaan yang sedang dihadapinyaBimbingan merupakan salah satu bentuk helping atau batuan yang diberikan kepada seseorang yang membutuhkan. Sebuah bimbingan harus dilakukan secara terus-menerus dan berkesinambungan karena hasil dari bimbingan itu sendiri tidak bisa dilihat dalam satu atau dua kali proses bimbingan. Menurut Rochman Kartadinata (1988; 3), bimbingan merupakan suatu proses pemberian bantuan kepada individu yang dilakukan secara berkesinambungan supaya individu ini dapat memahami dirinya, sehingga dia sanggup mengarahkan dirinya dan dapat bertindak secara wajar, sesuai dengan tuntutan dan keadaan lingkungan sekolah, keluarga, masyarakat dan kehidupan pada umumnya.Hakekat perkawinan menurut Undang-Undang Pokok Perkawinan Nomor 1 Tahun 1974 dalam pasal 30, perkawinan ialah ikatan lahir batin antara pria dan wanita sebagai suami dan istri dengan tujuan membentuk keluarga yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Perkawinan merupakan suatu aktivitas dari suatu pasangan, maka sudah selayaknya mereka juga mempunyai tujuan tertentu. Tetapi karena perkawinan itu terdiri dari dua individu, maka adanya kemungkinan bahwa tujuan mereka itu tidak sama.Pernikahan didasari rasa cinta dan kasih sayang dari seorang pria kepada wanita atau sebaliknya. Pernikahan mempunyai beberapa tujuan, diantaranya untuk menyalurkan hasrat seksual, keinginan untuk memiliki keturunan dan mencapai kehidupan tentram dan bahagia. Membina keluarga yang tentram merupakan hal yang tidak mudah, dimana diharapkan dari setiap individu yang terdapat dalam anggota keluarga memiliki pengertian antara satu dengan yang lain, selalu melakukan komunikasi yang baik, Tapi persoalan demi persoalan yang muncul setiap hari, ditambah keunikan masing-masing individu, sering menjadikan perkawinan terasa sulit dan bahkan hambar. Kalau sudah begitu, akan semakin terbuka peluang bagi timbulnya perselingkuhan di antara mereka.Secara umum perselingkuhan atau penyelewengan adalah emosional atau fisik yang dilakukan oleh seorang suami atau istri dengan orang lain.Seperti faktor ekonomi dalam keluarga, mesti bukan tujuan utama dalam membentuk rumah tangga, namun masalah ini tidak dapat diabaikan keberadaan dan kepentingannya, faktor ekonomi merupakan hambatan dalam keharmonisan rumah tangga.Pada hari-hari ini, perselingkuhan nampak lebih merajalela dari sebelumnya.


 B.  Permasalahan
Dari sedikit pemaparan pada Latar Belakang di atas, setidaknya pemakalah dapat menarik beberapa permasalahan, diantarannya adalah sebagai berikut :
1.      Faktor-faktor apa yang menyebabkan terjadiya perselingkuhan dalam keluarga…?
2.      Teknik dan cara apa sajakah yang digunakan oleh konselor untuk menyelesaikan masalah perselingkuhan dalam keluarga…?  


C.  Pembahasan
Bimbingan adalah merupakan terjemahan dari bahasa Inggris guidance yang berasal dari kata kerja to guide yang artinya menunjukkan. Dalam bahasa Indonesia, kata bimbingan digunakan untuk beberapa arti, misalnya bimbingan skripsi; yakni pekerjaan membimbing mahasiswa dalam menulis skripsi. Sedangkan kata bimibingan dalam term Bimbingan dan Penyuluhan maksudnya adalah suatu pekerjaan pemberian bantuan psikologis kepada seseorang yang secara psikologis memang membutuhkannya, yakni membantu agar yang bersangkutan dapat menyelesaikan atau mengatasi sendiri problem atau pekerjaan yang sedang dihadapinya.Menurut Salvicion keluarga adalah dua atau lebih dari individu yang tergantung karena ikatan darah, hubungan perkawinan atau pengangkatan dan mereka hidup dalam satu rumah tangga, berinteraksi satu sama lain dan didalam peranannya masing-masing, dan menciptakan serta mempertahankan suatu kebudayaan.Keluarga biasanya terdiri dari seorang ayah, ibu dan anak.Sedangkan selingkuh adalah perbuatan dimana pasangan membagi cintanya kepada orang lain. Mungkin dia masih mencintai, tapi dia juga mencintai yang lain walau itu hanya sebatas nafsu. Dan hal itu atau pada saat menjalin hubungan dengan orang lain, tanpa diketahui atau tanpa sepengetahuan dari pasangan yang satunya. Mungkin juga perselingkuhan dalam keluarga dapat terjadi karena beberapa faktor yang mendasari terjadinya hal tersebut, faktor – faktor itu diantara lain adalah sebagai berikut :                                                                                        1. Ingin menghindari masalah rumah tangga atau masalah pribadi2. Memiliki keimanan dan ketakwaan yang rendah pada agamanya.3. Gemar bermain cinta dengan yang bukan isteri/suami. resmi4. Memiliki nafsu birahi yang tinggi dan tidak terkontrol.5. Punya sifat dan bakat playboy / playgirl sejak sebelum menikah6. Untuk menghilangkan rasa sakit hati atau sedih akibat kehilangan.7. Suami atau isteri tidak bisa membahagiakan/menyenangkan dirinya.8. Sifat mau menang sendiri atau ego pada pasangan9. Rasa ingin coba-coba bagaimana rasanya selingkuh.10. Pertengkaran dalam rumah tangga.11. Tidak mampu menepati janji suci komintmen pernikahan.12. Dorongan atau pengaruh buruk dari lingkungan sekitar yang sesat13. Pasangan resmi tidak jujur ketika belum menikah sehingga kecewa.14. Hobi yang menjurus ke arah selingkuh seperti clubbing, pijat, chatting, dan lain-lain.Dan masih banyak masalah lain yang menjadi penyabab perselingkuhan. Selingkuh itu tidak indah, tetapi malapetaka, sehingga wajib kita jauhi jauh- jauh agar tidak menyesal.[7]        


 Teknik-teknik Konseling Keluarga
Banyak teknik yang digunakan untuk menyelesaikan masalah dalam keluarga antara lain yang dipelopori oleh aliran Adlerian ini, dan sebagai garis besarnya dikemukakan oleh Lowe (1982) sebagi berikut:·    Interview awal
Tujuan interview adalah membantu mendiagnosis Tujuan keluarga, memahami iklim dikeluarga, dan dapat membuat rekomendasi khusus bagi perubahan dalam situasi keluarga tersebut. Proses interview ini difokuskan pada usaha memberikan keberanian dan memperkuat semua anggota keluarga.·    Role playing (bermain peran)
Bermain peran dan metode-metode lain yang berorientasi kepada perbuatan yang tampak,sering merupakan bagian dari sesi-sesi konseling keluarga. Perbuatan yang tampak adalah hasil interaktif anggota di dalam keluarga.·    Interpretasi (penafsiran)
Interpretasi merupakan bagian penting dalam konseling Adlerian yang dilanjutkan pada sesi-sesi seterusnya. Tujuannya adalah untuk menimbulkan insight (pemahaman bagi anggota keluarga, memberi pemahaman tentang apa yang telah dilakukannya), dan mendorong mereka untuk menterjemahkan apa yang mereka pelajari dan diterapkan bagi perilakunya sehari-hari. Seorang anggota keluarga memberikan tafsiran terhadap perilakunya terhadap anggota lain, atas usul konselor 


 Deskripsi Kasus
Pemakalah dalam kasus ini akan mengambarkan sedikit masalah yang dialami oleh keluarga “Mr. X”.Keluarga Mr. X adalah salah satu warga masyarakat Ds. TL, Kec. JP, Kab.BL, dalam keluarga ini terdiri dari sepasang suami istri yang sudah menikah kurang lebih 4 Tahun, tetapi belum juga dikaruniai seorang anak, dan seorang nenek(80Th), ibu dari suami keluarga tersebut.Keluarga ini dikenal di masyarakat adalah keluarga yang bahagia, karena dilihat dari keadaan rumah dan perabotan yang sangat mewah. Keluarga Mr.X mempunyai usaha bengkel yang bisa dikatakan cukup besar. Meskipun dalam keluarga Mr. X semua peralatan dan perlengkapan bisa dikatakan sangat lengkap, tapi ada yang kurang dalam keluarga ini, yaitu tidak adanya seorang anak dari pasangan suami dan istri dari keluarga ini. Mungkin faktor inilah yang membuat istri dari bapak Mr. X melakukan tindakan yang dilarang oleh agama yaitu Selingkuh.Itulah sedikit gambaran tentang keluarga yang dijadikan objek penelitian oleh pemakalah, dan inilah awal mula cerita perselingkuhan yang dilakuakn oleh istri dati bapak Mr. X.Saat itu adalah hari selasa jam 21.00 WIB, bapak Mr. X mencari istrinya kemana-mana, tetapi hasilnya nihil. Mulai saat itu Mr.X mulai menaruh curiga kepada istrinya, karena selama ini istrinya mempunyai keinginan untuk memiliki seorang  anak dari rahimnya sendiri, meskipun sudah ada upaya untuk mengadopsi seorang anak, tapi dari pihak istri tidak mau mempunyai anak kecuali dari rahimnya sendiri. Karena kegelisahannya dan kekhawatirannya dari Mr.X sangat tinggi sampai-sampai Mr. X meminta bantuan kepada tetangga-tetangga untuk ikut mancari istrinya. Dan akhirnya tepat jam 22.45 WIB, istri dari Mr.X di temukan dirumah adiknya yang kebetulan saat itu rumah adiknya sedang kosong ditinggalkan ziarah ke makam walisongo, tetapi saat istri dari Mr.X ditemukan dirumah itu, sudah dalam keadaan tanpa busana dan sedang berduaan dengan pria lain, yaitu teman dari Mr. X sendiri, sebut saja namanya Mr. Z. Sedangkan Mr.Z sendiri sudah menikah dan sudah mempunyai 2 orang anak. Saat mereka berdua dipergoki oleh tetangga-tetangga yang ikut membantu Mr.X sendiri, Mr.Z langsung melarikan diri lewat pintu belakang rumah, tetapi naas bagi Mr.Z niatannya untuk melarikan diri sia-sia saja, karena keadaan rumah yang diguankan untuk tidak asusila itu dekat dengan tempat warung kopi yang kebetulan banyak bapak-bapak yang sedang berkumpul di warung kopi tersebut, sehingga Mr.Z tertangkap dan langsung di adili oleh pengurus desa yang bersangkutan. Saat Mr.Z sedang diadili oleh pengurus desa, Mr.X datang menghampiri istrinya, dan ditanya mengapa dia berani melakukan hal yang seperti itu,
   “dek kenapa kamu tega melakukan hal itu kepadaku.?” Istri menjawab dengan keadaan menagis“maaf mas, aku menyakitimu, aku melakukan hal ini karena aku hanya menginginkan sebuah momongan dari rahimku sendiri.” Dan saat itu karena Mr.X sangat emosi karena hal yang dialkuakn istrinya dan jawaban yang dilontarkan oleh istrinya, Mr.X langsung mengusir istrinya untuk pulang kerumah orang tuanya.


 D.    Analisis Kasus
Jadi dari deskripsi kasus di atas, maka saya dapat menganalisis bahwa dalam keluarga kehadiran seorang anak sangat berpengaruh dalam menjalin keluarga yang harmonis. Dan semua permasalan yang dialami oleh keluarga, tidak bisa dikatakan untuk diselesaikan sendiri, tetapi butuh orang ketiga (konselor) untuk ikut serta dalam membantu mengatasi masalah yang dihadapi oleh keluarga. Dan konselor dalam ikut serta atau membantu menyelesaikan suatu masalah dari klient setidaknya dapat mengetahui dan menguasai teknik-teknik konseling dalam keluarga.


 E.     Penutup
Demikian malakah dengan tema selingkuh yang dapat saya persembahkan. Kritik dan saran yang bersifat membangun akan selalu saya harapkan dari para pembaca, apabila ada kesalahan dalam pemaparan dan apabila ada yang merasakan akan hal itu, ini semua saya persembahkan hanya untuk membantu menyelesaiakn suatu masalah saja. Sekian dan terimakasih.

Adsense Indonesia
Review wachidskom.blogspot.com on alexa.com
Loading...

Followers

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More